Sikat Gigi Baiknya Tunggu Sejam Usai Makan?

Kompas.com - 15/10/2012, 08:31 WIB

TANYA :

Dok Citra, saya pernah mendengar bahwa menggosok gigi langsung setelah makan justru akan meningkatkan asam pada rongga gigi yang justru tidak baik. Dan saat terbaik untuk menggosok gigi adalah satu jam sesudah makan. Benarkah demikian ? Setiap kali saya menggunakan benang gigi, justru gusi saya akan berdarah. Apakah hal tersebut sehat ? Adakah alternatif lain yang bisa saya lakukan untuk mengganti pembersihan dengan benang gigi. Untuk kesempatan yang diberikan dan atas perhatiannya saya sampaikan banyak terima kasih.

(Awin, 27, Kudus)


JAWAB :

Awin yang baik,

Menyikat gigi langsung setelah makan memang kurang tepat, apalagi setelah kita mengkonsumsi makanan dan minuman asam.

Menurut penelitian terbaru yang tercantum pada jurnal internasional kedokteran gigi pada bulan Agustus 2012, disebutkan bahwa menyikat gigi langsung setelah minum minuman asam seperti soda dapat menyebabkan kehilangan lapisan dentin secara ireversibel, dibandingkan dengan menunggu dulu selama 1 jam sampai 2 jam. Penelitian ini dilakukan melalui scanning electron microscopy dan atomic force microscopy. Kesimpulan penelitian tersebut yaitu menyikat gigi sebaiknya dilakukan setidaknya menunggu 1 jam setelah mengkonsumsi makanan dan minuman yang asam untuk mencapai pembersihan yang maksimal dan mencegah terjadinya lesi pada dentin gigi.

Penelitian lain pada tahun 2003, juga menyebutkan waktu yang seharusnya dilakukan untuk menyikat gigi adalah 30 menit sampai 1 jam setelah makan. Penelitian ini menyebutkan bahwa menyikat gigi langsung setelah minum minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kehilangan lapisan email gigi, dibandingkan dengan menunggu selama 30 menit sampai 60 menit.

Oleh karena itu, sebaiknya waktu menyikat gigi setelah makan dan minum terutama yang mengandung asam, adalah menunggu 1 jam sampai 2 jam kemudian. Hal ini akan memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada email dan dentin gigi untuk melakukan pertahanan secara otomatis terhadap asam oleh air liur dalam mulut. Serta dapat mencegah terjadinya lesi pada email dan dentin gigi.

Sedangkan untuk pertanyaan berikutnya, mengapa pada saat menggunakan benang gigi justru gusi anda berdarah, mungkin teknik dan jenis benang gigi yang anda gunakan kurang tepat. Sebaiknya anda melakukan gerakan dengan benang giginya secara perlahan dan tidak terlalu menekan, serta gunakan benang gigi dengan jenis silk.

Kalau ternyata masih berdarah, sebaiknya konsultasikan dulu ke Dokter Gigi langganan anda. Mungkin saja gusi anda memang sedang mengalami peradangan, sehingga harus dilakukan perawatan terlebih dahulu.

Demikian Alwin, semoga dapat bermanfaat. Salam gigi sehat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau